[JURNAL] Study Kelayakan Peternakan Sapi


25 March 2015

Review Jurnal Study Kelayakan Peternakan Sapi

—————————————-

Judul Jurnal : Beef Cattle Feasibility Study of House Hold Farm in Bolmong Regency, North Sulawesi Province of Indonesia.

Penulis : Selvie D. Anis, Erwin Wantasen, Sahran, Dalie, David A. Kaligis, dan Umar Paputungan

Terbit : 30 Maret 2015 (http://www.aascit.org/journal/ijasnr) ISSN: 2375-3773

Download Jurnal

—————————————-

 PENDAHULUAN

Dalam artikel kali ini akan membahas (review) studi kelayakan dalam sebuah penelitian yang ada di Indonesia. Diambil dari jurnal Beef Cattle Feasibility Study of House Hold Farm in Bolmong Regency, North Sulawesi Province of Indonesia yang diterbitkan pada 30 Maret 2015 oleh American Association of Science and Technology (AASCIT). Jurnal ini ditulis oleh Selvie D. Anis, Erwin Wantasen, Sahran, Dalie, David A. Kaligis, dan Umar Paputungan dari Fakultas Peternakan, Universitas Sam Ratulangi, Manado.

 —————————————-

PEMAPARAN JURNAL

Ukuran yang dipakai dalam menilai apakah sebuah peternakan sukses atau tidak diukur dengan menggunakan perbandingan antara keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan oleh peternak. Di dalam jurnal ini studi kelayakan menggunakan prinsip ekonomi dalam menentukan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan. Studi dalam jurnal ini dilakukan di desa Lalow di kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Studi Kelayakan Usaha - Excelogic Consulting

Perkembangan dari peternakan sapi di Sulawesi utara cukup baik. Berdasarkan data yang didapat dari laporan pertanian dan peternakan di Sulawesi Utara pada tahun 2012 bahwa jumlah ternak sapi meningkat dari 98.538 ekor pada 2010 menjadi 102.698 ekor pada 2012. Permintaan akan daging sapi pun meningkat menjadi 37.000 ton pada 2012, dimana produksi yang dihasilkan oleh peternakan di Sulawesi Utara hanya 31.000 ton.

Fakta dan data di atas membuat para peternak sapi harus meningkatkan produksi mereka. Fokus mereka yang pada awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi berorientasi pada keuntungan untuk si peternak. Dalam mengubah orientasi inilah diperlukan implementasi prinsip-prinsip ekonomi dalam proses beternak sapi. Sebagai contoh para peternak di Kunene, Namibia mengalokasikan 70% dari ternak yang mereka pelihara untuk meningkatkan pemasukan, 27% untuk konsumsi pribadi, dan 3% untuk hal lainnya (Kapimbi and Teweldemedhin,2012)

Dalam jurnal ini yang mengambil lokasi di desa Lalow para peneliti berusaha untuk membantu para peternak dalam mengubah orientasi mereka menjadi orientasi bisnis. Untuk melakukan hal ini digunakan tools yaitu profit analysis. Dalam profit analysis akan ditentukan break even point (BEP), profit rate, net present value (NPV), benefit cost ratio (B/C), dan internal rate of return (IRR)

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari profit analisis yang dilakukan di dalam penelitian ini, yaitu :

  • Menguji kelayakan dari bisnis peternakan sapi dalam relasinya dengan industri daging sapi
  • Mengetahui berapa jumlah minimum ternak sapi yang harus dipelihara oleh peternak di lokasi studi
  • Mencegah adanya investasi yang kontinu di dalam bisnis daging sapi yang tidak menguntungkan

Dalam melakukan penelitian data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari kuesioner yang disebar di dalam grup “Lembu Lestari” yang terdiri dari 20 orang yang rata-rata memelihara lebih dari 4 ternak sapi. Sedangkan data sekunder didapat dari data peternakan dan pertaninan dari provinsi Sulawesi Utara dan kabupaten Minahasa untuk memperkuat data. Data dianalisa untuk melihat karakteristik dari sapi yang dimiliki peternak dan lokasi penelitian dan disajikan dalam grafik dan persentase.

Analisa data dilakukan dengan menentukan BEP. BEP merupakan keadaan dimana bisnis tidak mengalami rugi ataupun keuntungan. BEP dapat ditentukan dengan rumus.

Break Even Point - Excelogic Consulting

Selain menggunakan BEP, jurnal ini juga menentukan NPV, Benefit Cost Ratio dan Internal Rate of Return, Berikut adalah rumus dan penjelasan dari tiap aspek tersebut.

1.       Net Present Value (NPV)

NPV merupakan selisih antara alur kas masuk saat ini dengan alur kas keluar. NPV digunakan dalam menentukan apakah suatu project atau investasi dapat menghaslkan keuntungan atau tidak. NPV memiliki rumus sebagai berikut

Net Present Value - Excelogic Consulting

Dimana jika NPV bernilai positif maka investasi dapat diteruskan dan begitu sebaliknya jika NPV bernilai negatif.

2.       Benefit Cost Ratio (B/C)

B/C merupakan rasio antara benefit (manfaat/keuntungan) dengan cost (Boaya). B/C digunakan dalam mennetukan apakah suatu investasi feasible (layak). B/C memilki rumus sebagai berikut.

Benefit Cost Ratio - Excelogic Consulting

Dimana jika B/C bernilai lebih dari 1 maka investasi layak untuk dikajujab dan begitu juga sebaliknya.

3.       Internal Rate of Return (IRR)

IRR merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Investasi layak dilakukan jika IRR yang diberikan lebih besar dairpada investasi yang ada saat itu. IRR memiliki rumus sebagai berikut.

Internal Rate of Return - Excelogic Consulting

Dimana :

DfP = discounting factor yang diberkan saat presentvalue bernilai positif

DfN = dscounting factor yang diberikan saat present value bernilai negatif

PVP = present value bernilai positif

PVN = present value bernilai negatif

 

IMPLIKASI PENELITIAN

Dari hasil penelitian studi kelayakan yang dilakukan terhadap para peternak sapi di desa Lalow dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

  • BEP diperoleh dengan memelihara 6 ekor sapi dengan nilai sebesar Rp 32.125.480.14. Ini berarti bahwa untuk mencapai untung peternak di desa Lalow harus memelihara lebih dari 6 ekor sapi.
  • NPV yang didapat dari penelitian bahwa dengan memelihara 10 ekor sapi di desa Lalow diperoleh NPFDF sebesar 25% sebesar Rp 18.783.330. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis peternakan sapi ini layak dan dapat dilanjutkan
  • B/C yang didapat dalam penelitian dengan menggunakan rate sebesar 30% adalah sebesar 1,26. Nilai B.C yang lebih dari 1 menunjukkan bahwa peternakan sapi yang memiliki 10 ekor sapi sangat menguntungkan dan layak untuk dijalankan.

Implikasi yang ditunjukkan dalam penelitian ini lebih bersifat pada biaya yang dikeluarkan sehingga para peternak tidak perlu mengeluarkan budget yang teralalu besar dalam membeli ternak sapi mengingat bahwa jumlah ternak sapi yang dipelihara untuk meraih untung adalah lebih dari 6 buah.

 Saran dan Review

Jurnal ini terbilang cukup baik dan menggunakan pendekatan aspek finansial dalam meneliti studi kelayakan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu project (dalam hal ini peternakan sapi). Pada Artikel kami sebelumnya yang berjudul Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) dikatakan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan feasibility study, yaitu : pasar, operasional, ekonomi, finansial, organisasi dan lingkungan. Pada penelitian ini fokus pada aspek finansial, sehingga untuk suatu studi komprehensif dalam menguji kelayakan peternakan sapi, perlu menambah lingkup studi pada aspek-aspek yang lain di kemudian hari.

Dalam sebuah model finansial pada studi kelayakan tentu memerlukan beberapa asumsi-asumsi dasar, misalkan saja biaya pakan sapi, tenaga kerja, harga jual sapi, dan sebagainya dalam membangun parameter seperti IRR, NPV, BEP, dan sebagainya. Perubahan terhadap asumsi-asumsi tersebut akan menyebabkan hasil akhir parameter finansial berubah. Seberapa jauh dampak perubahan-perubahan tersebut terhadap hasil akhir perlu diuji dalam suatu metode Analisa Sensitivitas, sehingga dapat diketahui lebih jauh sensitivitas variable-variabel terhadap hasil studi.

Akhir kata, melakukan sebuah studi pada kelompok peternak adalah hal yang sangat baik dan perlu terus diperbanyak, sehingga nantinya sinergisitas dunia akademis dengan ekonomi kecil akan mampu mendorong aktifitas perekonomian dan mensejahterakan masyarakat.

—–

Paulus Oky Bangun - Junior Consultant

———————————————————————-

EXCELOGIC CONSULTING AND TRAINING  menjadi mitra anda sebagai Konsultan Studi Kelayakan Usaha dalam pembuatan feasibility study maupun business plan untuk memastikan usaha yang didesain sesuai dengan kebutuhan market serta memenuhi seluruh kriteria kelayakan usaha.

Hubungi tim Konsultan EXCELOGIC pada link berikut atau email : admin@excelogic.info untuk berdiskusi lebih lanjut dan konsultasi pendahuluan.


Article

Silahkan subscribe alamat email anda di sini untuk menerima notifikasi setiap artikel baru

Join 28 other subscribers