[Jurnal] : Warehouse Inventory Transportation problem for Supply Chains


28 July 2014

Data Jurnal

Judul:  Warehouse Inventory Transportation problem for Supply Chains

Author : Bhanuteja Sainathuni , Pratik J. Parikh, Xinhui Zhang , Nan Kong

Publish : European Journal of Operational Research (www.elsevier.com/locate/ejor) February 2014

Download Link Jurnal

—–

Dalam Supply Chain Management, peranan warehouse untuk memenuhi permintaan konsumen sangat lah vital. Warehouse telah berubah peran dari tempat sementara penyimpanan buffer stock yang hanya berperan pasif untuk memenuhi variasi dalam permintaan, menjadi peranan yang memberi nilai tambah dalam kesatuan sistem supply chain. Riset yang dilakukan pada 2010 di AS ditemukan bahwa warehouse memakan kurang lebih 9% dari total biaya logistik yang dikeluarkan perusahaan.

Seringkali ditemui dalam aktifitas warehousing (pergudangan) belum didukung dengan sistem distribusi yang mumpuni. Meskipun seolah-olah fungsi distribusi adalah suatu fungsi yang terpisah dari warehouse, akan tetapi ketidakmampuan pengelolaan fungsi distribusi akan berdampak besar pada warehouse.

Misalkan dengan meningkatnya workload pekerja dan idle time dikarenakan keterlambatan distribusi. Dalam jurnal ini dibahas tentang konsep Warehouse-Inventory-Transportation Problem (WITP), dimana konsep ini mengintegrasikan fungsi distribusi dengan fungsi warehouse dan inventory. Konsep WITP jika dibandingkan dengan pendekatan yang tradisional akan mengurangi workload dari pekerja dan biaya distribusi secara total

WITP membantu dalam menentukan distribusi yang optimal dari vendor ke konsumen melalui warehouse. Masalah dalam perencanaan distribusi adalah menentukan kuantitas dan jadwal dari indound dan outbound dan juga level inventory di dalam warehouse. WITP juga akan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang sering diajukan mengenai warehouse yakni sebagai berikut :

  1. Berapa banyak pekerja tetap yang dipekerjakan di dalam warehouse?
  2. Berapa banyak pekerja sambilan yang dipekerjakan di dalam warehouse dalam tiap periode untuk merespon flow produk yang bervariasi?
  3. Bagaimana teknologi yang dipakai di warehouse mempengaruhi jumlah angkatan kerja dan juga keputusan mengenai inventory dan transportasi?
  4. Bagaimana pengaturan lorong (dan space) yang berdampak langsung pada flow dan produktivitas pekerja, mempengaruhi jumlah angkatan kerja?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, maka diambil model sistem supply chain dengan multiple vendor dan 1 warehouse. Metode penelitian yang dipakai adalah perbandingan antara data yang diambil di lapangan dengan model yang menerapkan WITP. Setelah dilakukan permodelan dengan menerapkan WITP yang dibandingkan dengan data yang diambil di lapangan (dapat dilihat di tabel di bawah)

Pada tabel di atas terlihat bahwa dalam pendekatan secara WITP jumlah pekerja sambilan yang dibutuhkan cenderung lebih sedikit. Pengurangan dari pekerja sambilan yang tidak produktif akan berdampak pada biaya total yang dikeluarkan untuk warehouse.

Data menunjukkan 10 dari 12 percobaan yang dilampirkan di tabel menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan dalam setiap proses picking yang dilakukan di warehouse dengan pendekatan WITP lebih rendah daripada pendekatan tradisional (ditunjukkan dengan Cost Savings).

 

 

 

 

 

 

Implikasi Penelitian

Kebutuhan pekerja yang berkurang mengurangi adanya picker blocking. Picker blocking adalah keadaan dimana saat aktivitas pekerja mengambil barang di rak terhalang oleh karena banyaknya pekerja yang ada dan berakibat pada menurunnya produktivitas pekerja. Contoh dari picker blocking dapat dilihat di gambar di atas

Managerial insights yang bisa didapat dari eksperimen ini adalah sebagai berikut :

  1. Penerapan WITP secara optimal dapat mengurangi biaya distribusi secara total dan menurunkan variasi workload dibandingkan dengan penerapan secara tradisional (ITP-WP),
  2. Penggunaan teknologi yang lebih canggih di warehouse dapat meningkatkan workload dan produktivitas dari pekerja,
  3. Pemakaian pekerja sambilan yang produktif namun cenderung lebih murah dari pekerja tetap akan menekan biaya distribusi total yang dikeluarkan.

Cost Implication dari Jurnal Warehouse Inventory Transportation problem for Supply Chains adalah dengan pendekatan WITP maka 10 dari 12 percobaan dibuktikan mampu menurunkan cost sampai dengan 28% dengan 2 percobaan menghasilkan kenaikan cost 0%-1%.

—–

Paulus Bangun - Junior Consultant

—–

Download Artikel Warehouse Inventory Transportation problem for Supply Chains (PDF)


Article

Silahkan subscribe alamat email anda di sini untuk menerima notifikasi setiap artikel baru

Join 28 other subscribers