Konsultan Warehouse Management – Mitigasi Resiko Pada Warehouse


6 May 2015

Excelogic Consulting and Training sebagai Konsultan Warehouse Management mereview jurnal mengenai mitigasi resiko pada pemenuhan order warehouse dengan menggunakan tools manajemen seperti analytical hierarchy process serta menggunakan teknologi RFID.

————————————

Judul Jurnal     : Review Jurnal A Knowledge-Based Logistics Operations Planning System for Mitigating Risk in Warehouse Order Fulfillment

Penulis             : H.Y.Lam, K.L.Choy , G.T.S.Ho, StephenW.Y.Cheng, C.K.M.Lee.

Terbit               : 11 Januari 2015

Download Jurnal

————————————

Dalam persaingan dilingkungan bisnis logistik yang kompetitif khususnya untuk fungsi pergudangan didalam aliran supply chain, Perusahaan dituntut tidak hanya untuk menyimpan barang dalam volume yang besar tetapi juga mampu memenuhi pesanan customers  dengan variasi produk yang beragam dan dalam demand kecil/sedikit, ditambah lagi dengan tuntutan tinggi untuk memberikan nilai tambah dan ketepatan dalam pengiriman. Sebagai akibatnya gudang harus memiliki perencanaan  strategi logistik secara efektif agar dapat menjaga kualitas layanannya.

Dalam hal ini gudang harus memperhatikan risiko yang mungkin terjadi selama operasi logistik sehingga dapat mencegah kerugian jika mereka gagal untuk memitigasi risiko. Risk treatment yang bagus dapat meningkatkan kompetitiv perusahaan, mengurangi biaya dan menjaga keuntungan agar secara keseluruhan  penanganan risiko ini dapat membuat tujuan perusahaan tercapai.

Desain Knowledge-Based Logistics Operations Planning System (K-Lops) disajikan untuk mendukung proses pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengendalian operasi gudang. Sistem ini memanfaatkan teknologi RFID untuk mengumpulkan data real-time warehouse dan data logistik yang relevan. Dibawah ini merupakan contoh gambar penggunaan teknologi  RFID.

 Penggunaan RFID pada Area gudang

Gambar 1. Penggunaan RFID pada area gudang

 Penggunaan RFID pada Area Pintu gudang

Gambar 2. Penggunaan RFID pada area pintu gudang

Analisis data logistik dilakukan untuk memprioritaskan potensi risiko dan memeriksa penerimaan faktor risiko melalui pendekatan AHP. Informasi ini selanjutnya digunakan untuk mendukung  manipulasi  teknik CBR. Sebuah algoritma baru, yaitu iterative dynamic partitional clustering algorithm (iDPC) yang diintegrasikan ke dalam mesin CBR untuk meningkatkan kinerja dalam mengambil kasus masa lalu yang sama. Dengan mengadopsi sistem berbasis K-Lops ini, pedoman operasional dapat dihasilkan berdasarkan pengetahuan eksplisit masa lalu sedangkan potensi risiko yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan juga dipertimbangkan.

 Study Kasus

Sebagai sebuah contoh sebuah industri logistik di Hongkong dalam dekade terakhir, telah terjadi perubahan dinamis dalam kebutuhan bisnis. Sebelumnya hub logistik Hong Kong menangani bisnis impor/ekspor di daratan China kemudian seiring perkembangan ekonomi yang cepat, Hong Kong secara bertahap mengembangkan diri dibidang internasional transportasi dan logistik utama untuk kawasan Asia-Pasifik. Dengan internasionalisasi, persaingan global, inflasi biaya dan harapan pelanggan yang lebih tinggi, penyedia logistik pihak ketiga (3PL) memainkan peran penting dalam pengembangan logistik Hong Kong.

Prosedur pelaksanaan K-Lops di perusahaan Logistik hongkong disajikan pada Gambar dibawah ini :

 Skema Prosedur K-Lops

Gambar 3. Skema prosedur K-Lops

Berdasarkan pada Skema di atas, paling tidak ada 6 (enam) langkah yang dikerjakan dalam prosedur K-Lops diantaranya

(1) Setting peralatan RFID untuk capture data.

(2) Pengumpulan data melalui wawancara dengan perwakilan gudang.

(3) Membuat model hierarki potensi fakor risiko.

(4) Melakukan perbandingan berpasangan dan menentukan prioritas.

(5) Pengelompokan dan pengambilan kasus

(6) Revisi dan pengulangan kasus.

Melalui data yang dikumpulkan oleh peralatan RFID, lokasi peralatan penanganan material dan aliran SKU dapat diperoleh. Selanjutnya Informasi ini akan digunakan untuk merevisi solusi dari kasus berdasarkan situasi real-time di gudang. Setelah itu, risiko yang dihadapi oleh pelanggan, sehubungan dengan jenis produk yang akan ditangani, diidentifikasi akan  dipertimbangkan saat membuat rencana solusi baru.

Hal yang diusulkan K-Lops adalah mengumpulkan, menganalisa dan mendukung perencanaan operasi logistik menggunakan teknologi RFID, AHP dan teknik CBR. Pertama, teknologi RFID diadopsi untuk mengumpulkan data real-time, dan untuk memantau status persediaan real-time dan kondisi penyimpanan fisik di gudang.. Kedua, faktor risiko potensial diidentifikasi dikategorikan dan disajikan dalam struktur hirarki dengan menggunakan model AHP. Model dengan prosedur dianggap cocok untuk penilaian risiko gudang. Terakhir, risiko dengan tingkat kepentingan tertinggi dimasukkan sebagai parameter masukan dari CBR untuk merumuskan strategi operasi logistik.

 Implication

K-Lops yang telah dikembangkan sebagai kerangka kerja baru untuk memberikan fungsi pendukung keputusan dalam perumusan strategi logistik. Kegiatan manajerial melalui analisis risiko yang bersangkutan saat menangani pesanan pelanggan dirumuskan dengan pertimbangan harapan pelanggan. Fitur unik K-Lops menyediakan fungsi nilai tambah untuk mendukung dan meningkatkan kinerja operasi logistik di gudang, sehingga kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan. Dengan diterapkanya metode ini pada Operasi gudang yang sangat rumit dan melibatkan kegiatan alokasi sumber daya, pengendalian persediaan, memilih dan pengaturan pengiriman. Perencanaan gudang berdasarkan pengetahuan yang telah berpengalaman sangat penting untuk mencapai tujuan efisiensi biaya dan efektivitas.

Diterapkanya metode K-Lops pada kegiatan operasi gudang yang memiliki tingkat risiko dan probability yang tinggi (Avoid Risk) dapat di mitigasi sedini mungkin karna telah bisa diramalkan, sehingga Activity Based Costing  pada khususnya dapat terkontrol. Dapat terkontrolnya biaya logistic dikarenakan hubungan antara biaya dengan aktivitas yang mungkin akan timbul telah dapat didefinisi sebelumnya.

Berdasarkan pada pada penelitian diatas mengenai penggunaan K-Lops pada system logistic and warehouse di Hongkong secara garis besar sudah terstruktur secara sistematis hanya saja pada sistematisasi penyelesaian jika terdapat beberapa risiko pada kegiatan gudang yang belum teramalkan yang memerlukan keputusan yang (cepat dan tepat) urgent dengan menggunakan skema K-Lops maka decision making yang dibutuhkan akan lama, mengingat penggunaan metode AHP ini banyak pertimbangan dan tenaga ahli yang akan terlibat dalam pengambilan keputusannya, sebaiknya alternative lain yang mungkin bisa digunakan adalah menggunakan metode lain dalam pengambilan keputusanya disesuaikan dengan tingkat risiko (probabilistic dan impact).

Langkah Tawang Pratama - Junior Consultant

———————————————————————-

EXCELOGIC CONSULTING AND TRAINING  menjadi mitra anda baik sebagai Konsultan dan Training di bidang Logistics dan Supply Chain Management untuk menghasilkan solusi yang terukur, aplikatif dengan pendekatan teorititis serta pengalaman menjadi Konsultan Warehouse Management, Logistics dan Supply Chain Management.

Hubungi tim Konsultan Warehouse Manaagement EXCELOGIC pada link berikut atau email : admin@excelogic.info untuk berdiskusi lebih lanjut dan konsultasi pendahuluan.


Article

Silahkan subscribe alamat email anda di sini untuk menerima notifikasi setiap artikel baru

Join 26 other subscribers