Penyusunan Studi Kelayakan Usaha (Feasibility Study)


11 November 2014

Feasibility Study atau yang bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Studi Kelayakan merupakan analisa dari kelayakan suatu ide. Feasibility study membantu kita dalam menjawab pertanyaan esensial dalam menjalankan suatu ide yakni  “Apakah kita harus melanjutkan proyek/ide ini?”,  Semua aktivitas yang dilakukan dalam feasibility study ditujukan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Feasibility study juga bisa digunakan dalam banyak hal namun fokus utama biasanya terhadap proposal bisnis baru. Perusahaan atau pribadi yang memiliki ide bisnis sebaiknya melakukan feasibility study untuk menentukan kelayakan dari ide mereka sebelum masuk ke dalam tahap awal pengembangan bisnis.

Bisnis yang layak dikembangkan adalah bisnis yang akan menyediakan arus kas dan keuntungan yang memadai, serta mampu bertahan terhadap semua resiko yang akan dihadapi di masa mendatang dan untuk jangka panjang memenuhi tujuan yang dicetuskan oleh pendirinya.

Dalam proses melakukan feasibility study, paling tidak ada beberapa aspek yang harus diperhatikan yakni :

  • Aspek Pasar
  • Aspek Operasional
  • Aspek Ekonomi
  • Aspek Finansial
  • Aspek Organisasi
  • Aspek Lingkungan

Setiap aspek diatas harus diselidiki secara mendetail dalam feasibility study sebelum mengambil kesimpulan yaitu apakah ide/bisnis yang akan dijalankan layak untuk diimplementasikan dan dijalankan di dalam pasar.

Aspek Pasar

Hal – hal yang harus dilakukan dalam melakukan analisa terhadap aspek pasar adalah analisa terhadap produk/jasa yang hendak dipasarkan, analisa permintaaan, analisa penawaran, analisa penetrasi pasar, dan analisa strategi pemasaran.

Salah satu hal yang menarik dari analisa yang dilakukan dalam aspek pasar ini adalah analisa penetrasi pasar, dimana hal ini cukup jarang ditelaah, Dalam melakukan analisa penetrasi pasar dapat digunakan Porter’s Five Threat Model

 

Porter's 5 Forces

Model ini menjelaskan beberapa aspek yang perlu dianalisis dalam persaingan usaha serta juga dapat menjadi acuan ketika membuat aspek pemasaran feasibility study.

Aspek Operasional

Dalam melakukan assesment terhadap aspek operasional perlu dibaut terlebih dahulu model operasional dari bisnis, sehingga dapat diketahui apakah usaha yang dijalankan dapat dikatakan layak dari sisi operasional.

Pembuatan model operasional dalam konsep usaha yang besar dan kompleks tentu memerlukan keahlian tersendiri yang hanya dimiliki oleh beberapa orang spesifik di bidang nya. Keahlian dan pengalaman orang-orang ini mampu memberi pandangan yang lebih jernih mengenai model operasional yang akan dijalankan. Beberapa kelemahan feasibility study pada aspek operasional adalah cenderung kurang detail dalam pembuatan model operasional, sehingga terjadi missing link dari sisi operasional ataupun kurang valid nya data pada saat melakukan analisis aspek operasional.

 Aspek Ekonomi

Dalam aspek ekonomi, hal yang menjadi fokus utama adalah melihat dan memprediksi kondis ekonomi negara selama kurang lebih 5 tahun ke depan dan juga memprediksi pertumbuhan industri dimana kita akan menjalankan bisnis tersebut.

Analisis makro dari suatu negara tentu menentukan bagaimana feasibility study itu dilakukan. Misalkan bagaimana prediksi ekonomi suatu negara, bagaimana kerja sama ekonomi antar negara, bagaimana kebijakan impor/ekspor, serta hal-hal lain dalam perspektif ekonomi yang berkaitan dengan konsep usaha yang sedang dibuat.

Aspek Finansial

Dalam aspek finansial, hal yang menjadi fokus utama adalah modal, investasi, dan reinvestasi serta proyeksi alur kas penerimaan dan pengeluaran. Dalam aspek ini, masalh pajak yang dikenakan negara terhadap bisnis juga menjadi salah satu hal yang harus dianalisis.

Aspek Organisasi

Aspek organisasi dalam feasibility study menilai bagaimana kebutuhan sumber daya manusia untuk menggerakkan roda Perusahaan. Apakah assesment terhadap kebutuhan SDM ini dinilai layak atau tidak bergantung kepada ketersediaan tenaga kerja dari sisi kualitas dan jumlah.

Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan yang dianalisis adalah analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL. Hal ini perlu dianalisa jika bisnis yang akan kita jalankan memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar kita, baik dalam bentuk unsur biotik, abiotik, dan unsur budaya.

Cetak Biru Business Plan

Setelah melakukan feasibility study kita bisa mengambil kesimpulan apakah kita bisa menjalankan implementasi  dari bisnis yang dianalisa. Sebelum melakukan implementasi dari bisnis, sebaiknya kita mengkonsep bisnis tersebut dalam cetak biru yang dinamakan business plan.

Banyak pihak yang menganggap bahwa ferasibility study dan business plan merupakan suatu entitas yang sama (dan tentunya sah saja, sepanjang tujuan akhir dari organisasi dapat dipenuhi). Perbedaan kedua hal ini terdapat pada hal yang dianalisa. Feasibility study berfungsi sebagai investigator yang dimana dalam prosesnya menganalisis banyak opsi bisnis yang menajdi pilihan untuk dijalankan dan diimplementasikan, sedangkan business plan lebih bersifat sebagai perencana dimana opsi yang dianalisa hanya satu dan mencakup strategi dalam implementasi di lapangan.

Business plan menampiilkan detail yang berupa taktik dalam implementasi bisnis dan outline yang dibutuhkan dalam keberlanjutan dan pengembangan bisnis. Dua kunci utama dalam business adalah Financial plan dan Marketing plan. Kedua hal ini akan menampilkan bagaimana bisnis dapat berjalan dan bagaimana bisnis dapat melakukan promosi.

Financial plan dalam suatu bisnis harus mencakupi biaya yang diperlukan dalam menjalankan bisnis ini, seperti.

  • Biaya start-up
  • Biaya operasional
  • Gaji
  • Peralatan (meja, kursi, dan ATK)
  • Biaya overhead
  • Dan lain sebagainya

Dalam financial plan kita juga harus menampilkan bagaimana kita mendapatkan pemasukan (cash in) untuk bisnis yang dijalankan. Hal ini bisa dalam bentuk penjualan produk atau jasa, atau melalui donasi dan subsidi. Financial plan ini berguna untuk menjaga pengeluaran yang kita keluarkan dalam memulai bisnis kita tidak lebih besar dari penerimaan kita melalui penjualan produk atau jasa. Dalam financial plan kita juga dapat menjaga alur kas kita sehingga dapat meproyeksikan pendapatan kita untuk kedepannya.

Bagian kedua dari business plan adalah marketing plan. Marketing plan berfungsi dalam mempersiapkan taktik dan strategi dalam promosi perusahaan. Marketing plan dapat disajikan dalam bentuk marketing mix 4P/7P (product, price, promotion. place, people, process, physical environment) , analisis STP (segmented, targeting dan positioning). advertising (below the line/above the line) , serta beberap tools pemasaran yang sesuai.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pentingnya melakukan feasibility study sebagai langkah awal dalam menelurkan ide bisnis ke dalam pasar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya kita melakukan feasibility study dalam menjalankan bisnis.

  • Mengidentifikasi peluang baru yang ditemukan dalam proses feasibiity study
  • Mengidentifikasi alasan untuk tidak melanjutkan ide/bisnis
  • Memberikan informasi yang cukup dan berkualitas dalam proses pengambilan keputusan
  • Memberikan dokumentasi yang membuktikan bahwa bisnis yang dijlankan telah ditelaah dari berbagai sisi
  • Meningkatkan peluang untuk bisnis menajdi sukses dengan mengidentifikasi kesulitan yang mungkin dihadapi di awal proses.

Implikasi dari proses feasibility study dan business plan dalam melakukan bisnis baru ataupun melakukan diversifikasi produk sangat besar. Dari segi biaya, proses ini bisa memperkecil kemungkinan adanya biaya atau dana yang tidak terkontrol dalam implementasi bisnis. Sedangkan implikasi secara manajemen yang diperoleh berupa knowledge dalam analisa kelayakan suatu bisnis serta strategi dalam meluncurkan bisnis ke dalam pasar.

EXCELOGIC CONSULTING AND TRAINING  menjadi mitra anda sebagai Konsultan Studi Kelayakan Usaha dalam pembuatan feasibility study maupun business plan untuk memastikan usaha yang didesain sesuai dengan kebutuhan market serta memenuhi seluruh kriteria kelayakan usaha.

Hubungi tim Konsultan EXCELOGIC pada link berikut atau email : admin@excelogic.info untuk berdiskusi lebih lanjut dan konsultasi pendahuluan.

—–

Paulus Oky Bangun - Junior Consultant

—-

Link Download 07    Klik link di atas untuk download EXAMS Feasibility Study. Artikel mengenai EXAMS Feasibility Study dapat dilihat pada link berikut.

 

 


Article

Silahkan subscribe alamat email anda di sini untuk menerima notifikasi setiap artikel baru

Join 26 other subscribers